Saturday, August 15, 2015

Alasan utama seseorang enggan memulai bisnis adalah faktor “resiko”. Mental E, mental karyawan adalah Ketika kita bekerja pada suatu perusahaan berarti kita bekerja untuk uang, kita bekerja untuk orang lain. Apakah mental E tidak berisiko? Kelihatannya memang aman, setiap bulan terima gaji dengan lancar. Tapi bagaimana jika mendadak terjadi PHK? Ya itulah resiko mental E. Terus bagaimana bila suatu hari sakit? Bila sakit sehari, dua hari tidak masalah. Bagaimana bila sakit seminggu, dua minggu? Mungkin kita sudah dipecat, dan ini lebih sakit daripa sakit yang diderita. Memang benar apa yang dikatakan oleh Om Bob Sadino “ setinggi apapun pangkat anda di suatu perusahaan, anda tetaplah karyawan, dan sekecil apapun bisnis yang anda jalankan, anda adalah bos nya”. Segala sesuatu memang beresiko, tetapi resiko itu bukan untuk ditakuti atau dihindari. Resiko adalah sesuatu yang harus dikelola. Tanamkan pada diri kita bahwa kita lebih besar dari masalah kita sendiri. Jangan pernah menghindari masalah, jangan bersembunyi dari masalah, tapi kembangkan kemampuan diri sehingga menjadi lebih besar dari masalah apapun. Ukuran masalah tidak penting, karena yang terpenting adalah ukuran kemampuan. Apabila kita selalu siap menghadapi masalah berarti kita siap bergerak menuju tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Jangan mengijinkan masalah apaupun mengambil kebahagiaan dan kesuksesan kita. Semakin besar masalah yang bisa diatasi, berarti semakin besar bisnis yang bisa dikelola. Semakin besar tanggung jawab yang dimiliki, semakin banyak karyawan yang dipegang. Semakin banyak pelanggan yang dilayani, semakin banyak uang yang bisa dipegang. Jadilah kotak penyimpanan kesejahteraan yang sangat besar. Fokuslah pada solusi. Biasakan menghabiskan waktu dan energi untuk membuat strategi-strategi bisnis untuk merencanakan jawaban dan membuat sistem untuk memastikan masalah tidak terjadi lagi. Dengan begitu kita akan menjadi master,  pakar segala masalah, tidak ada yang bisa menghentikan kita dari keberhasilan.
Untuk memperkuat keyakinan dan keberanian kita dalam memulai dan menjalankan bisnis adalah dengan melatih otak kita menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, seperti : Bagaimana caranya supaya bisnis ini berhasil? Dimana kemungkinan gagal menjalankan bisnis ini? Supaya tingkat keberhasilannya 95 % hal apa yang harus diutamakan dan diperkokoh kedudukannya? Apabila pertanyaan pertanyaan kita tepat dan mendukung, maka otak akan terbiasa dan terasah. Otak akan berusaha mencari dan memberikan jawaban-jawabannya untuk kita. Inilah keistimewaan otak sebagai mesin pencari, layaknya google yang ada dikepala kita yang diberikan oleh sang pencipta. Untuk itu jangan pernah menghentikan kerja otak dengan menggunakan kata “tidak” ketika otak menerima kata “tidak” atau kata negatif lainnya, maka otak akan berhenti bekerja. Seperti saya tidak bisa menjalankan bisnis ini. Saya tidak mungkin berhasil. Maka saat itulah otak menjawab, ya kamu tidak bisa, ya kamu gagal, dan akhirnya rangsangan hilang, kemudian otak berhenti bekerja.  Untuk menjadi mental B, mental bisnis hal-hal berikut harus tertanam :
1.     Mampu menunda kenyamanan.
2.     Berusaha keras meningkatkan kemampuan diri
3.     Berusaha keras berinisiatif, menciptakan peluang-peluang bisnis
4.     Berusaha bekerja keras dan cerdas
5.     Mampu bekerja mandiri dan mampu bekerja dalam tim
6.  Mampu mendelegasikan pekerjaan (dalam arti segala sesuatunya tetap berjalan dengan baik, walau pun dirinya tidak ada untuk sementara waktu).
7. Kalau menjadi atasan, mampu mengelola dengan baik, dan mampu mengajari/mendidik bawahannya sedemikian rupa sehingga tercipta kerja tim yang bersinergi dan berkembang.
8.     Mampu memimpin tim dan mengontrol tim terus-menerus sehingga dapat mencapai sasaran/tujuan timnya.
9.  Cenderung memikirkan kesuksesan bawahannya, atasannya, koleganya, timnya, dsb, dibandingkan memikirkan kesuksesan dirinya sendiri.
10. Senantiasa berusaha agar segala sesuatunya tidak bergantung pada dirinya atau pada person/orang, melainkan bergantung pada sistem.
11.    Jujur, dermawan, rendah hati, dan amanah (bertanggung jawab).

mensjourneyid.com
Bisnis yang bagus adalah bisnis yang memiliki sistem yang baik. Artinya bisnis itu dapat berjalan dengan adanya kita pemilik bisnis, dan juga tetap bisa berjalan dengan baik tanpa kehadiran kita. Apabila anda menjalankan bisnis harus anda tunggui, berarti bisnis tersebut belum memiliki sistem, sehingga anda harus cepat-cepat membangun sistem. Setelah sistem terbentuk, baru kemudian kita kontrol perjalanan kegiatannya, hingga bisnis benar-benar bisa berjalan tanpa kita. Apabila sistem sudah berjalan, maka bisnis bisa kita tinggal dan memberikannya kepada orang kepercayaan dan kita bisa pergi untuk membuat rencana bisnis lain atau mencari bisnis pendukung. Setiap bisnis pasti membutuhkan modal, maka carilah bisnis yang membutuhkan modal minim. Carilah peluang bisnis pada bidang telekomunikasi dan informasi, bisnis digital, bisnis berbasis jaringan (networking), dan bisnis yang berbasis internet/online marketing.  

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate

Buat Website Anda Sekarang

Hosting Indonesia

New Product

Hubungi Admin

Hubungi Admin

Blog Archive

Total Pageviews

Popular Posts

Banner1