Alasan utama seseorang enggan memulai
bisnis adalah faktor “resiko”. Mental E, mental karyawan adalah Ketika kita
bekerja pada suatu perusahaan berarti kita bekerja untuk uang, kita bekerja
untuk orang lain. Apakah mental E tidak berisiko? Kelihatannya memang aman,
setiap bulan terima gaji dengan lancar. Tapi bagaimana jika mendadak terjadi PHK?
Ya itulah resiko mental E. Terus bagaimana bila suatu hari sakit? Bila sakit
sehari, dua hari tidak masalah. Bagaimana bila sakit seminggu, dua minggu? Mungkin
kita sudah dipecat, dan ini lebih sakit daripa sakit yang diderita. Memang
benar apa yang dikatakan oleh Om Bob Sadino “ setinggi apapun pangkat anda di
suatu perusahaan, anda tetaplah karyawan, dan sekecil apapun bisnis yang anda
jalankan, anda adalah bos nya”. Segala sesuatu memang beresiko, tetapi resiko
itu bukan untuk ditakuti atau dihindari. Resiko adalah sesuatu yang harus
dikelola. Tanamkan pada diri kita bahwa kita lebih besar dari masalah kita
sendiri. Jangan pernah menghindari masalah, jangan bersembunyi dari masalah,
tapi kembangkan kemampuan diri sehingga menjadi lebih besar dari masalah
apapun. Ukuran masalah tidak penting, karena yang terpenting adalah ukuran
kemampuan. Apabila kita selalu siap menghadapi masalah berarti kita siap
bergerak menuju tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Jangan mengijinkan
masalah apaupun mengambil kebahagiaan dan kesuksesan kita. Semakin besar
masalah yang bisa diatasi, berarti semakin besar bisnis yang bisa dikelola.
Semakin besar tanggung jawab yang dimiliki, semakin banyak karyawan yang
dipegang. Semakin banyak pelanggan yang dilayani, semakin banyak uang yang bisa
dipegang. Jadilah kotak penyimpanan kesejahteraan yang sangat besar. Fokuslah
pada solusi. Biasakan menghabiskan waktu dan energi untuk membuat strategi-strategi
bisnis untuk merencanakan jawaban dan membuat sistem untuk memastikan masalah
tidak terjadi lagi. Dengan begitu kita akan menjadi master, pakar segala masalah, tidak ada yang bisa
menghentikan kita dari keberhasilan.
Untuk memperkuat keyakinan dan
keberanian kita dalam memulai dan menjalankan bisnis adalah dengan melatih otak
kita menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, seperti : Bagaimana caranya
supaya bisnis ini berhasil? Dimana kemungkinan gagal menjalankan bisnis ini? Supaya
tingkat keberhasilannya 95 % hal apa yang harus diutamakan dan diperkokoh
kedudukannya? Apabila pertanyaan pertanyaan kita tepat dan mendukung, maka otak
akan terbiasa dan terasah. Otak akan berusaha mencari dan memberikan
jawaban-jawabannya untuk kita. Inilah keistimewaan otak sebagai mesin pencari,
layaknya google yang ada dikepala kita yang diberikan oleh sang pencipta. Untuk
itu jangan pernah menghentikan kerja otak dengan menggunakan kata “tidak”
ketika otak menerima kata “tidak” atau kata negatif lainnya, maka otak akan
berhenti bekerja. Seperti saya tidak bisa menjalankan bisnis ini. Saya tidak
mungkin berhasil. Maka saat itulah otak menjawab, ya kamu tidak bisa, ya kamu
gagal, dan akhirnya rangsangan hilang, kemudian otak berhenti bekerja. Untuk menjadi mental B, mental bisnis hal-hal
berikut harus tertanam :
1. Mampu menunda kenyamanan.
2. Berusaha keras meningkatkan kemampuan
diri
3. Berusaha keras berinisiatif,
menciptakan peluang-peluang bisnis
4. Berusaha bekerja keras dan cerdas
5. Mampu bekerja mandiri dan mampu
bekerja dalam tim
6. Mampu mendelegasikan pekerjaan
(dalam arti segala sesuatunya tetap berjalan dengan baik, walau pun dirinya
tidak ada untuk sementara waktu).
7. Kalau menjadi atasan, mampu
mengelola dengan baik, dan mampu mengajari/mendidik bawahannya sedemikian rupa
sehingga tercipta kerja tim yang bersinergi dan berkembang.
8. Mampu memimpin tim dan mengontrol
tim terus-menerus sehingga dapat mencapai sasaran/tujuan timnya.
9. Cenderung memikirkan kesuksesan
bawahannya, atasannya, koleganya, timnya, dsb, dibandingkan memikirkan
kesuksesan dirinya sendiri.
10. Senantiasa berusaha agar segala sesuatunya tidak bergantung pada
dirinya atau pada person/orang, melainkan bergantung pada sistem.
11. Jujur, dermawan, rendah hati, dan amanah (bertanggung jawab).
mensjourneyid.com
Bisnis yang bagus adalah bisnis yang
memiliki sistem yang baik. Artinya bisnis itu dapat berjalan dengan adanya kita
pemilik bisnis, dan juga tetap bisa berjalan dengan baik tanpa kehadiran kita.
Apabila anda menjalankan bisnis harus anda tunggui, berarti bisnis tersebut
belum memiliki sistem, sehingga anda harus cepat-cepat membangun sistem. Setelah
sistem terbentuk, baru kemudian kita kontrol perjalanan kegiatannya, hingga
bisnis benar-benar bisa berjalan tanpa kita. Apabila sistem sudah berjalan,
maka bisnis bisa kita tinggal dan memberikannya kepada orang kepercayaan dan
kita bisa pergi untuk membuat rencana bisnis lain atau mencari bisnis
pendukung. Setiap bisnis pasti membutuhkan modal, maka carilah bisnis yang
membutuhkan modal minim. Carilah peluang bisnis pada bidang telekomunikasi dan
informasi, bisnis digital, bisnis berbasis jaringan (networking), dan bisnis
yang berbasis internet/online marketing.



0 comments:
Post a Comment