Apa perbedaan orang kaya dengan orang miskin? mengapa orang tampak menjadi kaya dengan mudah, sementara yang lain mengalami kesusahan dan terlilit masalah keuangan. Dan kabar baik jawabannya pembeda antara orang miskin dan orang kaya bukanlah terletak pada latar belakang pendidikan, kecerdasan, keturunan, pekerjaan dan bisnis bukan, bukan karena semua itu, tapi perbedaan yang nyata adalah perbedaan pola pikir (mindset). Jadi bagaimanakah pola pikir orang kaya itu ? berikut ini adalah jawabannya .
POLA PIKIR ORANG KAYA
1. MEMILIKI NILAI TAMBAH
Yang dimaksud nilai tambah adalah
nilai yang diberikan dari rata-rata atau dari sesuatu yang tidak ada menjadi
ada. Sebagai contoh semua orang bisnis air isi ulang. Secara rata-rata atau
standard rata-rata pelanggan datang membawa galon kosong kemudian melakukan isi
ulang air minum. Nilai tambah yang bisa diberikan dalam bisnis ini misalnya,
Isi ulang air galon ditempat saya bisa diantar gratis…..! nah “diantar gratis”
itu merupakan nilai tambah. Atau nilai tambah lain misal memberikan diskon “isi
ulang 5x, gratis 1x” “isi ulang 50x dapat bonus 1 buah selimut galon cantik”
dan lain sebagainya. Ketika kita berhasil membuat nilai tambah yang lebih
banyak dari orang lain, maka pelanggan akan mengejar kita, dan tentunya uang
akan mengalir deras kekantong kita. Kunci sukses membuat nilai tambah adalah
daya kreatifitas dan optimisme, semakin banyak kita berkreasi, berimajinasi
maka semakin banyak ide yang bisa kita jadikan nilai tambah dalam bisnis. Nilai
tambah ini diperlukan supaya bisnis dapat mempertahankan pelanggan dalam jangka
waktu yang lama. Serta mampu menghadapi para pesaing bisnis sehingga pelanggan
tidak lari ke tempat lain. Ketika kita mau mendapat uang banyak, mau kaya raya,
maka kita harus punya pertanyaan “apa nilai tambah kita? Apa manfaat bisnis
kita untuk pelanggan? Hal ini sangat penting sekali karena begitu bisnis kita
memiliki nilai tambah yang bermanfaat maka pelanggan akan merekomendasikan
bisnis kita kepada kerabat atau teman dekatnya. Dengan begitu kita tidak perlu
merekrut atau menggaji seorang sales dan bisa menghemat pengeluaran promosi dan
iklan. Apabila kita belanja di pasar tradisional dengan di minimarket apakah
perbedaannya? Jelas beda bukan? Minimarket memiliki nilai tambah yang begitu
banyak seperti parkir gratis, tempat bersih, udara sejuk nyaman, pelayanan yang
baik dan sopan seperti ucapan “selamat datang” atau “terima kasih” “bisa saya
bantu” itu adalah prinsip melayani, memanusiakan manusia. Ditambah lagi adanya
promo dan diskon 5-20 %, proses belanja yang lengkap dan cepat yang tidak
didapatkan dipasar tradisional yang becek, bau, berjubel, banyak copet,
pengamen dan preman. Inilah sebagian alasan mengapa pasar tradisional semakin tergerus
dan minimarket semakin bertambah banyak.
2. MENGGUNAKAN FAKTOR KALI
Menurut Tung Dasem Waringin Yang
dimaksud faktor kali dalam bisnis adalah sesuatu
bisnis yang sekali kita sentuh akan berefek multiplier. Setelah kita memiliki
nilai tambah langkah selanjutnya adalah membuat faktor kali. Faktor kali ini
dapat dilakukan dengan membuka kantor cabang, sistem franchise (waralaba)
sehingga kita bisa memperoleh royalti bisnis. Dengan faktor kali kita bisa menghemat waktu namun
penghasilan berlipat ganda. Faktor kali merupakan sistem kerja cerdas, untuk
membuat faktor kali diperlukan kejelian dan pandai bernegosiasi untuk melakukan
kerja sama bisnis yang saling menguntungkan. Apabila kita berhasil membuat
faktor kali, maka kita akan lebih sering mendapat order (kebanjiran order)
sehingga penghasilan kita menjadi meningkat dan menjadi kaya raya. Faktor kali
ini banyak kita temui pada minimarket, bengkel sepeda motor, mobil, ayam goreng
crispy, bank, ekspedisi, tour &
travel, asuransi, kredit plus, rumah makan padang sederhana, apotik, rumah
sakit, bimbingan belajar dan masih banyak bisnis lainnya.
3. STRATEGI WIN - WIN
Dalam kegiatan bisnis, kita tidak
terlepas dari masalah negosiasi. Membiarkan orang lain menang lebih dulu, baru
kemudian kita yang menang. Negosiasi berpengaruh pada pengambilan keputusan,
jadi atau tidak ? deal or not ? Negosiasi yang baik adalah yang memberi kesan
baik, negosiasi tidak akan berjalan baik apabila ada pihak yang merasa
dirugikan. Dan negosiasi yang terbaik adalah negosiasi yang memberikan
keuntungan kepada orang lain lebih dulu, baru kita menyusul win juga. Inilah
arti dari strategi win-win. Biarkan orang lain menang dulu, orang lain senang
dulu baru kita menyusul belakangan. Jangan sebaliknya kita menang dulu orang
lain belakangan, ini adalah cara yang kurang baik. Saat kita menolong orang
lain berhasil, maka kita juga akan berhasil. Yang diperlukan adalah kepercayaan
terhadap orang lain dan membantu dengan tulus ikhlas dalam memberikan bantuan.
4. PENUH DAYA UPAYA-MELAWAN 1001 ALASAN
Kita sering mendengar alasan
ketimbang action dan solusi. Banyak alasan orang untuk menunda bisnis. Seperti
belum cukup modal, tidak punya tempat usaha, belum ada ide, ilmunya belum
mantap, takut tidak laku, takut rugi
(bangkrut), tidak punya koneksi dan lain sebagainya. Orang yang penuh alasan
tidak akan pernah sukses. Sementara orang sukses adalah yang pemberani, mau
mencoba dan berusaha, walaupun terjatuh ia akan bangkit kembali. Kita bisa
menerapkan prinsip BODOL, BOBOL, dan BOTOL dari Purdi chandra. BODOL (berani
optimis duit orang lain), BOBOL (berani optimis bisnis orang lain) dan BOTOL
(berani optimis tenaga orang lain). Dalam sejarah suksesnya Saichiro Honda yang
pantang menyerah disebutkan bahwa pada awal penemuan ring pistonnya ditolak
oleh toyota, tetapi beliau tidak menyerah, tidak sakit hati bahkan terus
bangkit dan berkembang bahkan hingga akhirnya menemukan teknologi mesin sepeda
motor yang dapat kita nikmati hingga hari ini.
5. BERTANGGUNG JAWAB PADA DIRI SENDIRI
Bila anda ingin menciptakan
kesejahteraan, penting untuk percaya bahwa anda pemegang kendali kehidupan anda
dan bertanggung jawab pada diri sendiri. Untuk menjadi bertangungjawab pada
diri sendiri, anda perlu melakukan tiga hal. Pertama, Berhentilah menyalahkan
orang lain, karena dengan menyalahkan
orang lain berarti situasi berada diluar kendali, diluar kontrol anda karena
anda harus merubah orang lain termasuk cara kerja, prinsip dan kepribadiannya
sehingga ini akan menjadi sangat sulit untuk melakukan perbaikkan dan
perubahan. Kedua, Berhentilah melakukan pembenaran untuk situasi buruk anda.
Apabila anda berada dalam kesedihan, kebangkrutan, tidak punya uang jangan
mengatakan bahwa uang tidak penting, atau uang bukanlah segalanya dalam hidup,
atau tidak mengapa tak punya uang asal hidup bahagia. Jika ini terjadi pada
anda maka segera ubah kebiasaan anda dengan kebiasaan yang produktif dan lebih
baik. Ketiga, Berhentilah mengeluh. Ingatlah ketika anda mengeluh maka anda
akan menjadi magnet masalah. Fokuslah pada solusi, bukan pada masalah.
6. BERMAIN UANG UNTUK MENANG/MENAMBAH
PENGELUARAN/MODAL
Dalam permainan uang, Orang miskin
fokus pada kelangsungan hidup dan keamanan tabungan. Mereka terus berfikir supaya
memiliki cukup uang untuk membayar tagihan tepat waktu. Ingatlah apabila niat
kita hanya untuk memiliki cukup uang untuk membayar tagihan dan memenuhi
kelangsungan hidup, maka sebesar itu pula yang akan kita peroleh, sesuai dengan
apa yang diniatkan. Sementara orang kelas menengah biasanya memiliki tujuan
ingin merasa nyaman, sesekali pergi ke restoran namun selalu memperhatikan
price list dalam mengambil keputusan. Ketika tujuan kita ingin merasa nyaman,
maka kita tidak akan pernah kaya. Sedangkan apabila kita menetapkan tujuan kita
untuk menjadi kaya raya maka peluangnya adalah memperoleh hidup yang sangat
nyaman. Orang kaya akan menambah pengeluaran mereka dengan tujuan untuk
meningkatkan pemasukkan. Orang kaya fokus untuk membeli dan mengoleksi aset-aset
yang berguna bukan membeli barang-barang konsumtif yang akan menjadi rongsokan.
Orang kaya akan menambah modal bisnis mereka supaya tingkat keuntungannya
bertambah banyak.
7. KOMITMEN UNTUK KAYA/SUKA DUKA
DIJALANI/KEBAL TERHADAP KEGAGALAN
Semua orang pasti ingin menjadi kaya
raya, tapi kebanyakan orang hanya sebatas “ingin kaya” tidak benar-benar
berkomitmen “harus kaya” orang kaya bersedia menghabiskan seluruh waktu dan
tenaga untuk meraih kekayaan, orang kaya bersedia bekerja 16 jam/hari, 7 hari/minggu.
Orang kaya bersedia membahayakan waktu, tenaga dan modal tanpa jaminan garansi
akan kembali.
8. BERPIKIR BESAR/MENINGKATKAN
PENDAPATAN UNTUK MERAIH MIMPI
Orang kaya sifatnya melayani banyak
orang, bermain di liga besar. Orang kaya berkkontribusi bagi banyak orang,
membantu dan memberi manfaat kepada banyak orang, ribuan orang bahkan jutaan
orang. Orang kaya memiliki pengaruh besar. Bagaimana Bill Gates dengan
microsoftnya bisa membantu seluruh orang didunia kerja, pendidikan, bisnis. Bagaimana
jadinya kalau tidak ada microsoft word hari ini? Dengan memberikan manfaat
besar hasil berfikir besarnya maka pantaslah jika ia dinobatkan sebagai orang
terkaya didunia ini.
9. FOKUS PADA KESEMPATAN
Orang kaya selalu fokus pada
kesempatan dan peluang yang ada disekitarnya, yang ditemui dimana-mana setiap
harinya. Pikirannya begitu cerdas, setiap sudut kehidupan begitu banyak peluang
manfaat yang bisa diambil. Bahkan saat keadaan krisis dan ekonomi terpuruk pun,
orang kaya tetap berfikir optimis, karena mereka yakin terjadinya rebound yang
begitu tinggi di masa depan.
10.
MENGAGUMI
ORANG SUKSES LAINNYA/MEMBUKA DIRI
Apa yang anda pikirkan ketika anda
melihat anak muda membawa mobil sedan mewah ? apakah anda berfikir, paling itu
mobil orang tuanya? Orang tuanya korupsi? Atau apakah anda berfikir lain, anda
berfikir wah anak muda yang sukses..! dia usahanya apa ya? Kalau saya meniru
bisnis dia saya bisa dapat mobil mewah seperti dia..! Jika anda ingin menjadi
orang kaya dan sukses, maka anda harus mengagumi orang kaya dan sukses lainnya,
karena kita tidak akan sukses dan kaya apabila kita membenci kesuksesan dan
kekayaan yang ada, termasuk pada orang lain. Jadi mulai saat ini berhentilah
berfikir negatif tentang orang kaya. Berfikirlah bahwa orang kaya itu dermawan,
orang kaya itu baik, orang kaya itu suka menolong dan membantu orang kesusahan.
11.
BERGAUL
DENGAN ORANG SUKSES
Kesuksesan dan kekayaan adalah
sesuatu yang bisa dipelajari dan diperjuangkan. Apabila kita ingin bisa berbahasa
jawa bergaulah dengan orang jawa, apabila kita ingin bisa berbisnis bergaulah
dengan orang yang sudah menjalankan bisnis, apabila kita ingin sukses maka
bergaulah dengan orang sukses, berkumpulah dengan orang sukses, mencari
tempat/komunitas orang-orang sukses berada, minta alamat dan nomor kontaknya
serta sampaikanlah bahwa anda mengagumi mereka dan ingin belajar ilmu mereka. Mereka
orang sukses akan merasa dihargai dan akan bersedia memberikan ilmunya kepada
anda.
12.
BERSEDIA
MEMPROMOSIKAN DIRI/JADI ENTREPRENEUR TOP
Apabila anda memiliki bisnis maka
katakanlah, sampaikanlah pada teman, kerabat, warga masyarakat dan semua orang
yang anda temui mengenai manfaat yang bisa diberikan oleh bisnis anda. Jangan berkecil
hati apabila menerima penolakan atau tidak adanya tanggapan, atau senyum sinis
atau penghinaan dari orang lain. Jadikan kekurangan ini sebagai alat ukur anda
untuk mencapai keberhasilan. Dimanakah kekurangan anda? Apa yang salah dengan
bisnis anda? Temukan dan segera perbaiki.
13.
MEMPERBESAR
MASALAH/TANTANGAN
Orang kaya tidak menghindari masalah,
Orang kaya tidak bersembunyi. Orang kaya terus mengembangkan diri sehingga
menjadi lebih besar dari masalah apapun. Ukuran masalah tidak penting bagi Orang
kaya, karena yang terpenting adalah ukuran kemampuan. Orang kaya siap bergerak
menuju tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Orang kaya tidak mengijinkan
masalah apaupun mengambil kebahagiaan dan kesuksesannya. Semakin besar masalah
yang diatasi, semakin besar bisnis yang bisa dikelola. Semakin besar tanggung
jawab yang dimiliki, semakin banyak karyawan yang dipegang. Semakin banyak
pelanggan yang dilayani, semakin banyak uang yang bisa dipegang. Orang kaya
adalah kotak penyimpanan kesejahteraan yang sangat besar. Orang kaya selalu
fokus pada solusi. Orang kaya menghabiskan waktu dan energi untuk membuat
strategi. Orang kaya merencanakan jawaban, Orang kaya membuat sistem untuk
memastika masalah tidak terjadi lagi. Orang kaya adalah pakar segala masalah,
tidak ada yang bisa menghentikan dari keberhasilan.
14.
PENERIMA
YANG LUAR BIASA/LIHAT KELEBIHAN/GUNAKAN STANDAR PRIBADI
Apa yang anda lakukan ketika anda
berjalan dipinggir jalan raya kemudian menemukan uang koin Rp.100,00 ? apakah
anda mengambilnya? Atau apakah anda mengabaikannya? Apabila anda mengambilnya
maka anda bermental kaya, namun apabila anda mengabaikannya anda adalah orang
miskin. Alam atau jagad raya selalu mendukung tindakan kita, ketika alam jagad
raya menyediakan sesuatu dan kita menyukainya dalam suatu waktu, maka kita akan
diberi hal yang sama pada waktu yang lain. Apabila kita menolak uang kecil,
maka alam jagad raya akan memberikan sinyal, “ dia tidak suka uang kecil”
lantas kalau uang kecil saja dia tidak suka, bagaimana aku akan memberinya uang
yang besar? Contoh seorang anak diberi sepotong kue oleh tetangganya, namun si anak
itu menolak dan menggelengkan kepala. Padahal jika si anak itu menerima
pemberian kue itu, sang tetangga berniat memberikan satu loyang kue keseokan
harinya.
15.
MEMILIH
DIBAYAR BERDASARKAN HASIL BUKAN WAKTU
Orang kaya bekerja berdasarkan
komisis penjualan. Apabila kita memilih dibayar berdasarkan waktu itu sama saja
dengan membatasi apa yang bisa kita dapatkan. Padahal sebenarnya kita bisa
mendapatkan lebih dari apa yang kita batasi. Ini adalah mental karyawan/buruh,
dan jarang sekali ada karyawan/buruh yang mencapai kekayaan dan kebebasan
financial. Apabila ada, jumlahnya sangatlah sedikit, dan ada pada level supervisor
atau managerial keatas, dan dalam suatu perusahaan jumlah mereka bisa dihitung
jari. Dalam cashflow kuadran robert kiyosaki orang yang dibayar berdasarkan
waktu adalah tipe “E” employment atau karyawan berada digolongan kiri dan bukan
tipe orang kaya, mereka hidup mencari kecukupan atau mencari aman, sehingga
hidupnya cukup dan aman pas pasan. Padahal sebetulnya mereka bisa memiliki
tujuan yang lebih besar yaitu tujuan kebebasan financial. Untuk beralih
kegolongan kanan kita harus bertipe “B” bussines atau I “Investor” untuk
menjadi orang kaya raya.
16.
BERFIKIR
KEDUA-DUANYA/BERADA DALAM KELIMPAHAN/PILIHAN YANG ADIL DAN ENAK
Apabila anda ditanya mana yang anda
pilih hidup cukup tapi bahagia? Atau hidup kaya tapi tidak tentram? Ini adalah
pilihan pertanyaan orang miskin, orang kaya akan mengubah pilihan menjadi saya
memilih kaya dan bahagia. Itu adalah pilihan yang adil dan enak. Orang kaya
yakin, dengan uang mereka bisa menciptakan nilai yang bermanfaat bagi manusia
dan kemanusiaan. Uang mereka akan memberikan nilai, uang mereka akan pergi ke
ratusan orang lain dan menciptakan nilai bagi mereka semua.
17.
FOKUS
PADA WEALTH STYLE/MEMBANGUN PETERNAKAN UANG
Orang kaya fokus pada pemilikan aset
bukan pada produk-produk konsumtif. Lebih baya terlihat miskin daripada
terlihat kaya. Anda pasti faham maksud kalimat itu bukan. Jika anda terlihat
miskin, padahal sesungguhnya anda orang kaya, hanya saja penampilan anda
sederhana. Apabila anda terlihat kaya, berarti anda miskin. Anda hanya berpenampilan
untuk menjaga gengsi sementara gengsi dan boros adalah sifatnya orang miskin.
18.
MEMANAGE
UANG DENGAN BAIK/BERDAYAKAN UANG
Orang kaya adalah orang yang pandai
mengatur keuangan mereka. Orang kaya mengalokasikan uang mereka untuk kebutuhan
sehari-hari, tabungan jangka panjang, tabungan pendidikan, untuk senang-senag,
untuk amal sedekah. Orang kaya begitu sadar bahwa ketika mereka mulai mengelola
uang, maka mereka mempunyai banyak uang. Orang miskin selalu menunda-nunda, ah
nanti saja kalu sudah banyak uang, baru saya bisa mengelola uang. Dengan keadaan
itu orang miskin tidak kunjung punya uang dan tak tahu pengeluarannya lari
kemana, uangnya habis dipakai apa? Sementara orang kaya mereka begitu cerdas,
mereka tahu dari mana uang itu datang dan kemana uang itu pergi, apabila uang
itu pergi kepada hal yang sia-sia maka mereka akan segera mengontrolnya dan
mengubah kebiasaan mereka.
19.
UANG
YANG BEKERJA KERAS/HASIL INVESTASI
Orang kaya membuat uang bekerja keras
untuk mereka. Orang kaya harus bekerja keras hingga uang mereka bekerja cukup
keras untuk mengambil alih tempatnya. Uang mereka bekerja keras untuknya dan
menghasilkan mereka lebih banyak uang. Orang kaya memiliki passive income lebih
besar dari pengeluarannya. Orang kaya memiliki kontrakan, memiliki bisnis
Franchise, memiliki gudang, memiliki tempat parkir, memiliki pemasaran jaringan,
Orang kaya membeli property dan juga menjual property.
20.
BERTINDAK
MELAWAN KETAKUTAN
Orang kaya bertindak tanpa peduli rasa takut. Tindakan adalah jembatan
antara dunia didalam diri dengan dunia diluar diri. Orang kaya adalah pejuang
tulen, mereka harus tumbuh dan terus maju. Orang kaya bertindak terlepas dari
rasa takut, ragu, khawatir, malu dan rasa tidak nyaman. Orang kaya tetap
bertindak ketika mereka tidak ingin bertindak
21.
TERUS
BELAJAR DARI BUKU/ORANG SUKSES/SEMINAR/WORKSHOP/TRAINING