Seorang anak
akan dibelikan sepeda motor oleh ayahnya jika ia sudah sesuai umur dan sudah
punya ilmu pengetahuan dan belajar tentang sepeda motor, atau sudah pernah
belajar menaiki sepeda motor, atau sudah bisa mengendarai sepeda motor. Karena
tanpa alasan-alasan itu, sang ayah atau ibu akan merasa ragu untuk memberi
anaknya sepeda motor. Begitu pula dengan Tuhan Pemilik Alam Semesta, Yang Maha
Kaya Raya. Tuhan hanya akan memberikan kekayaan pada orang-orang yang punya
ilmu, dan bisa mengelola kekayaan, karena sudah punya ilmu dan pengelolaan
kekayaan dan uang, sehingga Tuhan Memberikan Kekayaan dan uang atau harta yang
berlimpah pada orang tersebut. Sehingga apabila kita ingin menjadi Milyarder,
ingin menjadi kaya raya milikilah ilmu tentang kekayaan, milikilah ilmu tentang
pengelolaan keuangan, milikilah ilmu tentang management asset, dan salah satu
kecerdasan dalam hidup ini yang jarang disentuh oleh orang adalah kecerdasan
financial, karena orang-orang telah terjebak dalam kecerdasan intellegensi, IQ
yang mereka pelajari sehari-hari dari SD sampai sarjana, pascasarjana atau
bahkan sampai tingkat Professor. Bahkan teman saya sangat saklek perkataannya “
Orang pintar hanya jadi guru atau dosen, tapi orang bodoh, dia menjadi Boss”. Kita
harus memiliki kecerdasan financial supaya bisa pensiun sedini mungkin. Pensiun
bukan berarti tidak bekerja, kekayaan harus bisa tumbuh dan berkembang dengan
sendirinya. Milikilah aset yang berguna bukan barang-barang konsumtif, nilai
aset akan selalu tumbuh setiap tahunnya. Apabila diibaratkan, aset itu seperti pohon,
jika kita membeli asset hari ini, maka itu sama dengan kita menanam pohon. Awal
mulanya kita harus mengurus pohon itu, menyiraminya, menyiangi, membasmi hama,
tapi apabila sudah besar dia akan tumbuh dengan sendirinya, karena akarnya
sudah kuat. Bahkan dia akan memberi bunga, buah dan daun rindang yang memberi
keteduhan bagi pemiliknya. Orang kaya
pun apabila tidak memiliki kecerdasan financial kehidupannya akan berantakkan
karena disibukkan oleh uangnya, dan yang paling tragis adalah berakhir dengan
kehidupan melarat, hidup bergantung pada belas kasihan orang lain. Menurut adam
khoo, Kekayaan seseorang sebenarnya diukur dengan seberapa lama anda mampu
hidup tanpa harus bekerja. Oleh karena itu kekayaan dapat didefinisikan oleh
tiga hal, pengeluaran bulanan, Asset lancar dan pendapatan pasif. Kebanyakan orang menaruh perhatian besar pada
harta kekayaannya, tapi bukan pada ilmu tentang bagaimana mengelola uang,
sekecil apapun uang yang anda miliki, maka anda harus mengelolanya. Jangan
berkata “ nanti saja kalau uang sudah banyak baru saya akan mengelola uang, ini
adalah kesalahan, karena yang benar adalah “ketika anda mulai mengelola uang
anda, saat itulah anda menjadi orang kaya”. Kita juga harus menyadari bahwa
bukan berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan, tapi yang paling penting
adalah berapa banyak uang yang bisa kita simpan dan investasikan. Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich dad Poor
dad menyebutkan bahwa untuk mempelajari dasar financial, bisa dimulai dengan
gambar sederhana, kemudian dengan garis-garis, kemudian dengan menambahkan
angka. Fondasi – fondasi penting dalam financial adalah pelajaran akuntansi,
sesuatu yang terdengar membosankan, namun ini adalah hal penting yang harus
dikuasai. Untuk membangun kekayaan diperlukan fondasi yang solid, yaitu : Mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas. Orang kaya
menambah aset, orang miskin menambah liabilitas. Aset adalah menaruh uang kedalam saku. Sedangkan
liabilitas mengeluarkan uang dari saku.
Kotak diatas
adalah laporan untung rugi. Untuk mengukur pemasukan dan pengeluaran. Uang masuk
atau uang keluar. Diagram yang dibawah kotak adalah neraca (balance sheet). Disebut
demikian karena laporan ini dianggap menyeimbangkan asset dan liabilitas.
Tanda panah
dalam diagram menunjukkan arus kas (cash flow).
Dalam laporan
financial angka itu adalah alur cerita, cerita tentang kemana kas mengalir. Cerita
tentang orang mengatur uang mereka, apa yang mereka lakukan setelah mendapatkan
uang ditangan mereka. Uang sering memeperjelas kekurangan, kebodohan dan
ketidaktahuan. Begitu sering kita melihat orang mendapat harta warisan begitu
banyak, atau menang lotre uang yang banyak namun kembali kepada keadaan semula,
jatuh miskin dan bangkrut. Uang hanya
menegaskan pola arus kas yang mengalir dalam kepala. Jika pola yang dibentuk
adalah menghabiskan apa yang diperoleh, kemungkinan terbesar uang kas berakhir
pada kenaikkan pengeluaran. Kecerdasan financial atau bakat financial adalah
cara membelanjakan atau menghabiskan uang, apa yang dilakukan setelah mendapat
uang, bagaimana menyimpannya, berapa lama menyimpannya dan berapa keras uang
itu bekerja untuk anda. Ketahuliah
perbedaan jelas antara asset dn liabilitas, pahami, kemudian pusatkan segala jenis
usaha untk membangun asset yang memberikan pemasukan, fokus untuk
mengembangkannya, nikmatilah perjalanan menuju kekayaan, kejayaan, dan
kebebasan financial.




0 comments:
Post a Comment