Friday, August 14, 2015

Seorang anak akan dibelikan sepeda motor oleh ayahnya jika ia sudah sesuai umur dan sudah punya ilmu pengetahuan dan belajar tentang sepeda motor, atau sudah pernah belajar menaiki sepeda motor, atau sudah bisa mengendarai sepeda motor. Karena tanpa alasan-alasan itu, sang ayah atau ibu akan merasa ragu untuk memberi anaknya sepeda motor. Begitu pula dengan Tuhan Pemilik Alam Semesta, Yang Maha Kaya Raya. Tuhan hanya akan memberikan kekayaan pada orang-orang yang punya ilmu, dan bisa mengelola kekayaan, karena sudah punya ilmu dan pengelolaan kekayaan dan uang, sehingga Tuhan Memberikan Kekayaan dan uang atau harta yang berlimpah pada orang tersebut. Sehingga apabila kita ingin menjadi Milyarder, ingin menjadi kaya raya milikilah ilmu tentang kekayaan, milikilah ilmu tentang pengelolaan keuangan, milikilah ilmu tentang management asset, dan salah satu kecerdasan dalam hidup ini yang jarang disentuh oleh orang adalah kecerdasan financial, karena orang-orang telah terjebak dalam kecerdasan intellegensi, IQ yang mereka pelajari sehari-hari dari SD sampai sarjana, pascasarjana atau bahkan sampai tingkat Professor. Bahkan teman saya sangat saklek perkataannya “ Orang pintar hanya jadi guru atau dosen, tapi orang bodoh, dia menjadi Boss”. Kita harus memiliki kecerdasan financial supaya bisa pensiun sedini mungkin. Pensiun bukan berarti tidak bekerja, kekayaan harus bisa tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Milikilah aset yang berguna bukan barang-barang konsumtif, nilai aset akan selalu tumbuh setiap tahunnya.  Apabila diibaratkan, aset itu seperti pohon, jika kita membeli asset hari ini, maka itu sama dengan kita menanam pohon. Awal mulanya kita harus mengurus pohon itu, menyiraminya, menyiangi, membasmi hama, tapi apabila sudah besar dia akan tumbuh dengan sendirinya, karena akarnya sudah kuat. Bahkan dia akan memberi bunga, buah dan daun rindang yang memberi keteduhan bagi pemiliknya.  Orang kaya pun apabila tidak memiliki kecerdasan financial kehidupannya akan berantakkan karena disibukkan oleh uangnya, dan yang paling tragis adalah berakhir dengan kehidupan melarat, hidup bergantung pada belas kasihan orang lain. Menurut adam khoo, Kekayaan seseorang sebenarnya diukur dengan seberapa lama anda mampu hidup tanpa harus bekerja. Oleh karena itu kekayaan dapat didefinisikan oleh tiga hal, pengeluaran bulanan, Asset lancar dan pendapatan pasif.  Kebanyakan orang menaruh perhatian besar pada harta kekayaannya, tapi bukan pada ilmu tentang bagaimana mengelola uang, sekecil apapun uang yang anda miliki, maka anda harus mengelolanya. Jangan berkata “ nanti saja kalau uang sudah banyak baru saya akan mengelola uang, ini adalah kesalahan, karena yang benar adalah “ketika anda mulai mengelola uang anda, saat itulah anda menjadi orang kaya”. Kita juga harus menyadari bahwa bukan berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan, tapi yang paling penting adalah berapa banyak uang yang bisa kita simpan dan investasikan.  Robert Kiyosaki dalam bukunya Rich dad Poor dad menyebutkan bahwa untuk mempelajari dasar financial, bisa dimulai dengan gambar sederhana, kemudian dengan garis-garis, kemudian dengan menambahkan angka. Fondasi – fondasi penting dalam financial adalah pelajaran akuntansi, sesuatu yang terdengar membosankan, namun ini adalah hal penting yang harus dikuasai. Untuk membangun kekayaan diperlukan fondasi yang solid, yaitu : Mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas. Orang kaya menambah aset, orang miskin menambah liabilitas.  Aset adalah menaruh uang kedalam saku. Sedangkan liabilitas mengeluarkan uang dari saku.
Kotak diatas adalah laporan untung rugi. Untuk mengukur pemasukan dan pengeluaran. Uang masuk atau uang keluar. Diagram yang dibawah kotak adalah neraca (balance sheet). Disebut demikian karena laporan ini dianggap menyeimbangkan asset dan liabilitas.


Tanda panah dalam diagram menunjukkan arus kas (cash flow).
Dalam laporan financial angka itu adalah alur cerita, cerita tentang kemana kas mengalir. Cerita tentang orang mengatur uang mereka, apa yang mereka lakukan setelah mendapatkan uang ditangan mereka. Uang sering memeperjelas kekurangan, kebodohan dan ketidaktahuan. Begitu sering kita melihat orang mendapat harta warisan begitu banyak, atau menang lotre uang yang banyak namun kembali kepada keadaan semula, jatuh miskin dan bangkrut.  Uang hanya menegaskan pola arus kas yang mengalir dalam kepala. Jika pola yang dibentuk adalah menghabiskan apa yang diperoleh, kemungkinan terbesar uang kas berakhir pada kenaikkan pengeluaran. Kecerdasan financial atau bakat financial adalah cara membelanjakan atau menghabiskan uang, apa yang dilakukan setelah mendapat uang, bagaimana menyimpannya, berapa lama menyimpannya dan berapa keras uang itu bekerja untuk anda. Ketahuliah perbedaan jelas antara asset dn liabilitas, pahami, kemudian pusatkan segala jenis usaha untk membangun asset yang memberikan pemasukan, fokus untuk mengembangkannya, nikmatilah perjalanan menuju kekayaan, kejayaan, dan kebebasan financial. 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate

Buat Website Anda Sekarang

Hosting Indonesia

New Product

Hubungi Admin

Hubungi Admin

Blog Archive

Total Pageviews

Popular Posts

Banner1